Sistem Koordinat Layar Action Script
Posted by windkuat on
Tuesday, June 15, 2010
Assalamualaykum...
Siang temen-temen edukita.co.cc.. Wah posting pertamax bulan Juni nich.. Jadi sungkan ma temen-temen yang udah nunggu postingan lebih lanjut edukita.co.cc ya.. hehe...
Sesuai janji saya waktu posting sebelumnya tentang dasar Action Script saya akan meneruskan posting yang lalu.. hehe Yukz dimulai aja materi hari ini...
Action Script tidak dapat dipisahkan dengan koordinat layar pada canvas. Dalam pengkodean di Action Script akan mengacu pada sistem koordinat. Sistem koordinat ini diperlukan pada saat gambar atau object akan digerakkan atau dianimasikan. Pada sistem koordinat Layar pada komputer dalam hal ini digunakan pada Action Script, titik (0,0) akan berada pada pojok kiri atas dari canvas. Sistem koordinat memiliki dua garis atau sumbu utama yaitu x (vertikal) dan y (horisontal). Pada sumbu x maka nilai x akan membesar jika digeser ke kanan, semakin kecil jika ke kiri. Dan pada sumbu y nilai y akan semakin membersar jika digeser ke bawah, semakin kecil jika ke atas. Perhatikan gambar dibawah ini:
Sebagai contoh misalkan ada sebuah canvas dengan ukuran 600 x 400 pixel. Dalam kanvas tersebut terdapat object dengan nilai _x = 300 dan nilai _y=200 maka gambar tersebut berada di tengah canvas.
Misalkan pada object tersebut diberikan action seperti dibawah ini
Sekian dulu ya posting pertamax bulan juni.. semoga bermanfaat bagi semua temen-temen edukita.co.cc..
Wassalamualaykum...
read more "Sistem Koordinat Layar Action Script"
Siang temen-temen edukita.co.cc.. Wah posting pertamax bulan Juni nich.. Jadi sungkan ma temen-temen yang udah nunggu postingan lebih lanjut edukita.co.cc ya.. hehe...
Sesuai janji saya waktu posting sebelumnya tentang dasar Action Script saya akan meneruskan posting yang lalu.. hehe Yukz dimulai aja materi hari ini...
Action Script tidak dapat dipisahkan dengan koordinat layar pada canvas. Dalam pengkodean di Action Script akan mengacu pada sistem koordinat. Sistem koordinat ini diperlukan pada saat gambar atau object akan digerakkan atau dianimasikan. Pada sistem koordinat Layar pada komputer dalam hal ini digunakan pada Action Script, titik (0,0) akan berada pada pojok kiri atas dari canvas. Sistem koordinat memiliki dua garis atau sumbu utama yaitu x (vertikal) dan y (horisontal). Pada sumbu x maka nilai x akan membesar jika digeser ke kanan, semakin kecil jika ke kiri. Dan pada sumbu y nilai y akan semakin membersar jika digeser ke bawah, semakin kecil jika ke atas. Perhatikan gambar dibawah ini:
Sebagai contoh misalkan ada sebuah canvas dengan ukuran 600 x 400 pixel. Dalam kanvas tersebut terdapat object dengan nilai _x = 300 dan nilai _y=200 maka gambar tersebut berada di tengah canvas.
Misalkan pada object tersebut diberikan action seperti dibawah ini
on(keyPress "Space"){//action ini dijalankan ketika tombol spasi pada keyboard ditekan
_x =300; // merubah posisi object pada x = 300
_y =200; // merubah posisi object pada y = 200
}
maka object akan berada di tengah canvas._x =300; // merubah posisi object pada x = 300
_y =200; // merubah posisi object pada y = 200
}
Sekian dulu ya posting pertamax bulan juni.. semoga bermanfaat bagi semua temen-temen edukita.co.cc..
Wassalamualaykum...
Software administrasi database
Posted by windkuat on
Wednesday, May 26, 2010
Assalamualaikum....
Hay sobat edukita yang ada di seluruh dunia.. hehe..
Temen temen pasti udah jago dengan database y, Temen-temen juga pasti udah jenuh dengan query untuk membuat dan mengedit database. Kali ini edukita akan memberikan sedikit Informasi mengenai software yang bisa digunakan untuk administrasi database. Software-software ini pasti punya kelebihan dan tentunya juga mempunyai kelemahan. Untuk lebih jelasnya kita mulai saja membahas satu per satu software yang saya maksudkan. Di bawah ini merupakan contoh software database administration
Assalamualaikum...
read more "Software administrasi database"
Hay sobat edukita yang ada di seluruh dunia.. hehe..
Temen temen pasti udah jago dengan database y, Temen-temen juga pasti udah jenuh dengan query untuk membuat dan mengedit database. Kali ini edukita akan memberikan sedikit Informasi mengenai software yang bisa digunakan untuk administrasi database. Software-software ini pasti punya kelebihan dan tentunya juga mempunyai kelemahan. Untuk lebih jelasnya kita mulai saja membahas satu per satu software yang saya maksudkan. Di bawah ini merupakan contoh software database administration
- Navicat Lite
Navicat Lite mempunyai kelebihan yaitu bisa mengatur Administrasi database dari berbagai database yang ada. Misalnya kita bisa melakukan administrasi untuk database oracle, MySQL, SqlLIte, dan PostgreSQL. Admin edukita merasa sangat mudah dalam menggunakan Navicat Lite ketika membuat database. Disediakan juga tempat simulasi untuk query yang bisa digunakan seperti aslinya. Query ini juga bisa disimpan untuk keperluan selanjutnya. Navicat Lite juga kompatibel dengan berbagai OS, misalnya Linux, Windows dan Mac OS. Ada juga fasilitas Query Builder yang nantinya dapat digunakan untuk menyusun query tanpa mengetik syntax query, tapi ini khusus yang Full version ya...
Gambar: Navicat Lite
Temen-temen yang mau download bisa melalui link dibawah ini:
http://www.navicat.com/download/download.html
- MySQL Front
MySQL Front ini memberikan kemudahan dalam membuat database yang dikhususkan untuk DBMS MySQL. Pada MySQL Front disediakan session untuk setiap user. Jadi tidak perlu takut database kita di-utak atik oleh tangan yang tidak bertanggung jawab. Karena setiap masuk session akan ditanyakan password. Bagi Anda yang kesulitan dalam membuat database MySQL disediakan object browser dan data browser. Untuk Object browser berhubungan dengan struktur database dan data browser berhubungan dengan isi dari suatu tabel.
Gambar: MySQL Front
Ada yang tertarik dengan ini.. download disini aja
Assalamualaikum...
Animasi dengan Motion Tween - Flash
Posted by windkuat on
Tuesday, May 25, 2010
Malem temen-temen edukita.. saatnya posting lagi nich.. he he....
Disini saya akan menjelaskan sedikit tetang motion tween yang merupakan animasi dasar. Walaupun animasi dengan motion tween ini merupakan animasi dasar, tetapi penggunaannya pada Flash sangat penting dan sangat sering digunakan. Pada contoh kali ini akan saya jelaskan penggunaan motion tween untuk menggerakkan bola dari stage bagian kiri ke kanan. Berikut ini cara pembuatan animasi dengan motion tween:
read more "Animasi dengan Motion Tween - Flash"
Disini saya akan menjelaskan sedikit tetang motion tween yang merupakan animasi dasar. Walaupun animasi dengan motion tween ini merupakan animasi dasar, tetapi penggunaannya pada Flash sangat penting dan sangat sering digunakan. Pada contoh kali ini akan saya jelaskan penggunaan motion tween untuk menggerakkan bola dari stage bagian kiri ke kanan. Berikut ini cara pembuatan animasi dengan motion tween:
- Buatlah sebuah bola dengan oval tool, kemudian klik kanan dan pilih convert to symbol pilih movieclip dan beri nama bola.
- Seleksi bola dengan cara klik objek bola, kemudian letakkan disebelah kiri stage.
- Klik frame 20, kemudian tambahkan keyframe dengan menekan tombol F6. Kemudian geser bola ke kanan stage. Posisi movieclip bola pada frame 1 dan frame 20
- Klik kanan pada timeline frame 10, kemudian pilih create motion tween.
- Jalankan movie dengan menekan tombol Ctrl+Enter. Maka akan didapatkan sebuah gerakan bola dari kiri kekanan secara looping
obyek properties pada action script
Posted by windkuat on
Monday, May 17, 2010
Selamat pagi sobat-sobat edukita.. Saatnya posting lagi nich.. selagi masih pagi n masih freshh..
Kali ini Edukita akan menjelaskan object properties yang terdapat pada Action Script Flash. Sebuah obyek dalam flash bisa berupa movieclip, button, graphic, sound, video, bitmap dan component. Akan tetapi yang dapat diaplikasikan dengan action hanya obyek movieclip, button dan sound. Componet memiliki build in action script, sehingga dapat langsung kita pakai, sedangkan bitmap dan graphic tidak dapat dimasuki oleh action.
Setiap obyek yang dapat dimasuki action memiliki beberapa properties seperti kordinat x, kordinat y, panjang, tinggi, frame yang aktif, warna dan sebagainya. Karena yang akan sering kita pakai adalah movieclip, berikut ini adalah beberapa properties dari sebuah movieclip:
_x
_x merupakan koordinat sumbu x suatu symbol terhadap stage._y
_y merupakan koordinat sumbu y suatu symbol terhadap stage. Seperti halnya_x, perhitungan koordinat sumbu _y pusat point regristation dari symbol terhadap stage. Perhatikan action script berikut :
onClipEvent(load){
_x = 100; // kordinat sumbu x
_y = 100; // kordinat sumbu y
}
Action diatas akan mengeset posisi obyek (symbol) kekordinat (100,100)terhadap stage saat symbol tersebut ditampilkan pertama kali.
_xscale
_xscale merupakan presentase dari skala pembesaran horisontal suatu symbolterhadap titik regristasi. Nilai default _xscale sebelum diubah adalah 100.Obyek yang memiliki nilai _xscale dibawah 100 akan memiliki ukuran yang lebih kecil dari ukuran aslinya, begitu pula sebaliknya.
_yscale
_yscale merupakan presentase dari skala pembesaran vertikal suatu symbolterhadap titik regristasi. contoh :
onClipEvent(load){
_xscale = 200; // pembesaran 2 kali ke sumbu x
_yscale = 200; // pembesaran 2 kali ke sumbu y
}
Action diatas memperbesar symbol menjadi 2 kali lebih besar pada saat symbol tersebut ditampilkan pertama kali.
_visible
_visible adalah property pada symbol yang menentukan apakah obyek tersebut ditampakkan atau tidak pada stage. _visible bernilai 1 agar obyek tampak dan bernilai 0 agar obyek tidak tampak.
contoh :
onClipEvent(load){
_visible = 0; // tidak tampak
}
Action diatas menyebabkan obyek tidak tampak pada stage.
_alpha
_alpha adalah property pada symbol yang menentukan alpha value (transparency) obyek tersebut. _alpha bernilai 0 sampai 100 dimana nilai 0 berarti obyek tidak tampak (transparan) dan 100 berarti obyek tampak (solid).
contoh :
onClipEvent(load){
_alpha = 50; // semi transparan
}
Action diatas menyebabkan obyek mengalami tranparansi sebanyak 50%.
_rotation
_rotation merupakan property yang menunjukan posisi perputaran obyek tersebut searah jarum pada titik registrationnya.
contoh :
onClipEvent(enterFrame){
_rotation += 10; // berputar searah jarum jam
}
Action diatas menyebabkan obyek berputar searah jarumjam dengan pusat titik registrationnya.
_currentframe
nilai pada _currentframe menunjukan frame yang aktif pada sebuah movie atau sebuah movieklip. Penjelasan yang lebih mendetail terdapat pada post selanjutnya.
Sekian dulu ya sobat-sobatQ.. Mudah mudahan artikel ini membantu sobat.. Kalo ada yang perlu ditanyakan jangan sungkan-sungkan comment yaw,..
contoh :
onClipEvent(load){
_visible = 0; // tidak tampak
}
Action diatas menyebabkan obyek tidak tampak pada stage.
_alpha
_alpha adalah property pada symbol yang menentukan alpha value (transparency) obyek tersebut. _alpha bernilai 0 sampai 100 dimana nilai 0 berarti obyek tidak tampak (transparan) dan 100 berarti obyek tampak (solid).
contoh :
onClipEvent(load){
_alpha = 50; // semi transparan
}
Action diatas menyebabkan obyek mengalami tranparansi sebanyak 50%.
_rotation
_rotation merupakan property yang menunjukan posisi perputaran obyek tersebut searah jarum pada titik registrationnya.
contoh :
onClipEvent(enterFrame){
_rotation += 10; // berputar searah jarum jam
}
Action diatas menyebabkan obyek berputar searah jarumjam dengan pusat titik registrationnya.
_currentframe
nilai pada _currentframe menunjukan frame yang aktif pada sebuah movie atau sebuah movieklip. Penjelasan yang lebih mendetail terdapat pada post selanjutnya.
Sekian dulu ya sobat-sobatQ.. Mudah mudahan artikel ini membantu sobat.. Kalo ada yang perlu ditanyakan jangan sungkan-sungkan comment yaw,..
Dasar Action Script - Analisis Kesalahan
Posted by windkuat on
Sunday, May 16, 2010
Hai sobat-sobat edukita...
Edukita saatnya meneruskan posting dasar action scpipt dan mengatasi kesalahan program nich.. Pada posting mengatasi kesalahan program lebih dititik beratkan pada pemrograman Java. Nah... untuk posting kali ini lebih ditekankan kepada Action Script pada Flash. Kesalahan yang sering muncul antara lain adalah :
Maka akan tampil baris mana saja yang merupakan error code, dan Anda harus memperbaikinya.
Nah sekian banyak di atas merupakan beberapa cara agar temen-temen lebih bisa terhindar dari kesalahan Action Script. Yang mau bertanya tulis aja di bagian comment ya.. Thanxs..
read more "Dasar Action Script - Analisis Kesalahan"
Edukita saatnya meneruskan posting dasar action scpipt dan mengatasi kesalahan program nich.. Pada posting mengatasi kesalahan program lebih dititik beratkan pada pemrograman Java. Nah... untuk posting kali ini lebih ditekankan kepada Action Script pada Flash. Kesalahan yang sering muncul antara lain adalah :
- Kesalahan penulisan action yang sederhana, contoh : action duplicateMovieClip salah ketik menjadi duplikateMovieClip.
- Kesalahan penggunaan spasi, menuliskan nama instance atau variabel dengan tanda spasi, contoh : nilai saya = 100; seharusnya ditulis nilai_saya = 100; Tips dari penulis : ketika kita menuliskan sebuah action jangan terlalu sering menggunakan spasi, sebab flash dapat menata script secara otomatis apabila kita menekan tombol auto format.
- Kesalahan penggunaan huruf kecil dan huruf besar. Action script flash sebagian besar tidak sensitive case (peka terhadap huruf kecil dan huruf besar). Akan tetpi flash membedakan sebuah teks dengan warna yang berbeda. Ketika kita menuliskan action tanpa memperhatikan huruf kecil dan huruf besar, maka teks tersebut akan berwarna hitam, sedangkan apabila benar maka teks akan berwarna biru gelap. Pembedaan warna teks dalam action script adalah sebagai berikut :
1. Warna biru gelap digunakan sebagai warna action.
2. Warna biru terang digunakan sebagai warna string.
3. Warna abu-abu digunakan sebagai warna komentar.
4. Warna hitam digunakan untuk menuliskan text selain 3 jenis text di atas.
- Kesalahan penggunaan tanda “{}“. Seorang yang baru belajar flash sering kebingungan dalam menggunakan tanda tersebut. Tanda tersebut merupakan sebuah tanda blok action, dalam artian seluruh action yang berada dalam tanda “{}” berarti masuk kedalam blok tertentu seperti blok movie event, mouse event, function, blok if, blok for dan sebagainya. Jumlah tanda “{“ harus sama dengan
jumlah tanda “}”. Tips dari penulis adalah : setelah kita menuliskan tanda “{“, segeralah menuliskan tanda “}”, kemudian letakkan kursor di tengah karakter tersebut dan tekan enter atau langsung tuliskan action yang dibutuhkan di dalamnya. - Kesalahan penggunaan tanda “( )“. Berbeda dengan tanda “{}” tanda “( )” bukan menyatakan suatu blok tetapi biasanya merupakan bagian dari penulisan action digunakan. contoh : if (...){ }, trace(...);.. Jumlah tanda “(“ daam satu baris perintah harus sama dengan jumlah tanda “)”.
- Kesalahan penggunaan tanda = dan tanda ==. Tanda == hanya digunakan pada suatu kondisi. Sedangkan tanda = digunakan untuk mengeset nilai suatu variabel.
- Kesalahan penggunaan titik. Dalam bahasa pemrograman apapun, karakter titik (“.”) adalah karakter yang vital, sehingga harus diperhatikan penggunaannya.
- Terakhir sama dengan yang aku tulis di post sebelumnya. yaitu kesalahan algoritma program. Untuk kali ini anda harus memahami ulang script yang anda. Dengan memahami script ini anda bisa menemukan yang tidak sesuai dengan keinginan Anda.
Maka akan tampil baris mana saja yang merupakan error code, dan Anda harus memperbaikinya.
Nah sekian banyak di atas merupakan beberapa cara agar temen-temen lebih bisa terhindar dari kesalahan Action Script. Yang mau bertanya tulis aja di bagian comment ya.. Thanxs..